Showing posts with label KERAJINAN TANGAN. Show all posts
Showing posts with label KERAJINAN TANGAN. Show all posts

Saturday, November 14, 2015

Mengolah Kertas Koran Menjadi Kerajinan

Mengolah Kertas Koran Menjadi Kerajinan



 
Pusing dengan tumpukan koran bekas yang seakan-akan tidak ada habisnya? Tidak bisa dipungkiri, bagi kita yang berlangganan koran dirumah, memang semakin hari semakin bertambah saja tumpukan surat kabar itu memenuhi rak, koran pagi, sudah tidak enak dibaca sore, koran sore juga sudah basi informasi di pagi hari berikutnya. Ehm,, semakin dilema saja, manakala rak tempat bertumpuknya surat kabar, ternyata sudah penuh, tidak muat lagi menampung koran bekas, maka bergantilah kardus-kardus besar yang justru menambah riangan menjadi semakin sumpek saja.

Kenapa tak mencoba memanfaatkan koran bekas saja? Untuk membuat kreasi bingkai foto, sandal atau tas misalnya? Kertas koran, daripada menumpuk atau terbuang percuma, dapat Anda olah menjadi kertas daur ulang, yang nantinya bisa dimanfaatkan untuk berbagai kreasi kerajinan tangan yang menarik. Yuk kita simak tahapan-tahapan membuat kertas daur ulang, seperti dibawah ini;

Siapkan terlebih dahulu alat dan bahannya;

·          Kertas koran
·         Lem kayu warna putih(PVC)
·         Pewarna tekstil/ pewarna makanan (pilih warna gelap)
·         Gunting
·         Blender
·         Ember untuk merendam
·         Ember lebar
·         Frame saringan biasa untuk sablon (untuk tahap percobaan, bisa juga menggunakan saringan santan atau tampi beras - anyaman bambu)
·         Pengering (kipas angin)

Cara pembuatan :

1.       Ambil kertas koran, kemudian gunting koran menjadi bagian kecil-kecil.
2.       Rendam guntingan kertas tadi dalam ember perendam (1-2 malam)
3.       Setelah 1-2 malam, angkat rendaman kertas kemudian blender sampai halus
4.       Setelah halus, beri pewarna tekstil (wantex) pada hasil blenderan kertas ini. Agar warna lebih tahan lama, Anda juga dapat merebus hasil blenderan kertas dengan pewarna, sampai matang.
5.       Angkat rebusan kertas, dinginkan. Setelah dingin, campur kertas dengan lem kayu. Pemberian lem jangan terlalu banyak pastikan agar cukup untuk mengikat serat-serat kertas.
6.       Kemudian, masukkan adonan dalam ember lebar  kemudian campur adonan kertas lem dengan air (dengan perbandingan 1:10) atau jika ingin lebih tipis, cukup tambahkan air.
7.       Masukkan saringan ke dalam ember, usahakan saringan masuk seluruhnya ke ember, agar bubur kertas dapat menempel dengan rata di saringan.
8.       Angkat saringan dengan hati-hati. Kemudian angkat bubur kertas dari saringan dan tempelkan hasil saringan bubur kertas itu pada frame pengering dengan hati-hati (posisikan bubur kertas di tengah frame)
9.       Tekan bubur kertas dengan hati-hati sampai kering (kadar airnya berkurang). Penekanan ini dapat dilakukan dengan karet dari sandal bekas atau gabus empuk.
10.   Setelah airnya berkurang,  lepaskan lembaran bubur kertas dan jemur atau dikeringkan dengan bantuan kipas (bisa juga setelah setengah kering lalu di setrika

Selain diberi warna dengan pewarna kain/ makanan, bubur kertas dapat juga divariasikan dengan berbagai bahan natural agar tercipta motif baru yang unik dan tentu saja menarik, seperti menambahankan; daun, rumput, rempah, gliter, bunga kering dan sebagainya. Proses penambahan motif ini, dapat dilakukan dengan cara;

·         Saat pemblenderan, blender bahan-bahan motif sebentar agar menjadi potongan kasar
·         Saat pencampuran dalam ember, potongan kasar dibiarkan tercampur tidak beraturan
·         Atau saat pengepresan, bahan motif disusun diatas bubur kertas, sesuai selera.


Setelah mengamali proses daur ulang dari kertas koran bekas menjadi kertas baru. Maka, kertas daur ulang siap dijadikan aneka kerajinan tangan, sesuai kreasi Anda.

Selamat mencoba!

Cara Membuat Bros dari Kain Flanel



Kerajinan berbahan kain flannel, akhir-akhir ini mulai menjamur. Dari model yang sederhana sampai yang kompleks dan rumit, banyak ditawarkan. Jenis kreasinya pun beragam sebut saja gantungan kunci, boneka, tempat tisu, tempat handpone, dompet, tempat pensil, pigura foto, sampai bros penghias jilbab atau baju juga dapat dibuat dari kain flannel. Kreasi kain flannel tidak sulit, dan justru menyenangkan karena merangsang kreatifitas Anda untuk mencipta model-model baru yang dapat dikoleksi sendiri, atau bahkan dijadikan chanel bisnis.
Nah, bila anda ingin mencoba membuat kerajinan dari kain flannel, tidak susah kok, cukup keteramplan menjahit dan kreasi kita dalam mebuat pola. Ini dia langkah-langkah untuk membuat bros dari kain flannel:
Bros Es Krim Stik
  1.  Siapkan kain flannel 3 warna (pink, coklat tua, coklat muda), potong kain flanel sesuai pola.
2.       Satukan pola 1 (badan eskrim) yang terdiri dari kain warna pink dan     coklat tua, dengan lapisan coklat diluar (paling atas)
3.       Jahit bagian badan es krim, jangan tutup rapat jahitan, sisakan sedikit.
4.       Pada lubang sisa jahitan itu, masukkan dakron, lalu rekatkan lagi jahitannya.
5.       Kemudian jahit kain coklat muda yang sudah dipotong sesuai pola 2 (stik eskrim)
6.       Sama seperti jahit badan, jangan sampai rapat, longgarkan sedikit untuk memasukkan dakron
7.       Beri lem bagian bawah eskrim
8.       Kemudian rekatkan dengan stik
9.       Tekan sisi-sisi eskrim agar lem  lebih menempel
10.   Terakhir tempelkan peniti bros, pada salah satu bagian, bros siap dikenakan.
 
 
Bros Es Krim Cone
Siapkan kain flannel 3 warna (Pink, Coklat Muda dan Merah), gunting flanel sesuai pola
2.        Jahit bagian eskrim (pola kain pink)
3.       Berikan sedikit ruang untuk memasukkan dakron. Kemudian masukkan dakron
4.       Setelah kain direkatkan kembali, beri lem pada bagian bawah eskrim
5.       Jahit pola untuk cone (pola kain coklat muda), kemudian rekatkan cone dengan bagian eskrim.
6.       Setelah menyatu, tempelkan peniti bros di salah satu bagian, dan tambahkan topping (pola kain merah) diatas es krim.
7.       Bros Es krim siap dicoba.
 
Selain model es krim seperti diatas, kreasi bros dari kain flanel dapat anda modifikasi sesuai dengan kreatifitas anda masing-masing. salah satunya seperti bros bunga cantik di video tutorial dibawah ini...

Selamat mencoba dan berkreasi!

Cara Membuat Kerajinan dari Pelepah Pisang



Bahan:
1. pelepah pisang
2. Lem Kayu
3. pelamir
4. kertas karton tebal
5. botol kaca
Tahap pembuatan sendiri ada 3
<Pertama proses mengolah pelepah>
1. ambil pelepah pisang dan kuliti kulit terluarnya (kulit terluar ini yg kita pakai)
2. pelepah pisang tadi kemudian kita tekan2 dengan botol kaca agar menjadi tipis (jadi lembaran yang halus) caranya kyak bikin adonan kue itu loh.....
3. terus keringkan pelepah pisang tadi sampai benar2 kering untuk menghindari tumbuhnya jamur (bisa di jemur atau di oven)
<kedua proses pembuatan pola>
1. ambil kertas karton dan gambar pola yang akan kita buat. misalnya akan membuat kotak tisu, kita tinggal menggambar pola kubus ^^ mengerti kan??
2. Gunting pola yang sudah jadi
3. tempelkan pelepah pisang di salah satu sisi pola yng masih belum di lipat dengan menggunakan lem kayu.
4. setelah tertempel baru kita bisa merangkai dan meyusun pola menjadi kubus/ kotak tisu
<ketiga proses finishing>
1. kotak tisu yang sudah jadi.. kita lapisi dengan plamir agar terkesan mengkilat dan tahan lama.
2. Jemur kembali kotak tisu sampai lem dan plamir kering.
3. Selesai... ^^
Ingat Proses pengeringan pelepah adalah tahap paling Penting!! (^__^)/


CARA MEMBUAT BATU BATA TRADISIONAL


Batu bata merupakan salah satu bahan material sebagai bahan pembuat dinding.
Batu bata terbuat dari tanah liat yang dibakar sampai berwarna kemerah merahan…
seiring perkembangan teknologi makin maju kini tersedia mesin cetak batu bata yang mampu mencetak lebih banyak dan lebih cepat…
Disini aku akan membahas bagaimana cara membuat batu bata Tradisional yang saya kerjakan kampungku yaitu cukup dengan alat cetak yang terbuat kayu..

Langkah – langkah membuat batu bata

Yang pertama yang di persiapkan adalah :
01      Pilih lokasi dan cek tanah apakah tanah tersebut memenuhi sarat untuk menghasilkan batu bata berkualiatas baik,
Langkah Kedua  siapkan alat – alat untuk membuat batu bata

A             Alat cetak yang terbuat dari kayu,
Alat cetak yang terbuat dari kayu ini Panjang 22 cm lebar 11 cm pada umumnya alat cetak ini memiliki 2 kolom,
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzTEiIQvuLavqF5WlawM7KolibUdN0o6GQmb-2bFII7sd_6JmjLdV4nhx2y3hVvPkvzRg1am3tXpYwm-lv02dOtFKE_vMX9YznNKIchPKGw0n7Y52Dh3ZL3Z0ZLGXwgss5hckDX7CrSr8O/s320/P4010018+copy.jpg
contoh gambar alat cetak terbuat dari kayu




B             Cangkul
Cangkul ini berpungsi untuk menggalih tanah dan mengolah atau mengaduk tanah,,
Tanah yang buat bakal batu bata perlu di cangkul, di olah di aduk sebelum di cetak. Tujuan utama agar tanah ini bisa di cetak dalam alat cetak,
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNGtqD140bqtidX_fzUd6nXHc3CKznRmEslFWkC_t0jWFwwtunq3SglfwPF5Np83Bf4NQSSZaDhzgc3W7MreEWoEJ6d8Duq1A5uoTnsIsTiOHXqAVUZqUXtMVCjentZkyY2mhfFtguLk40/s320/P4010019+copy.jpg




C             Ember
Ember ini berpungsi untuk mengambil air atau membawa tanah yang sudah di olah, ketempat penyetakan batu bata,
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimOGmai1x3U4NRN8twLat-bExzE4r4DSdu6O9TTVuaJVmUQ3dgOgzGMgFuhQ3bCOXrYgA-chCIhhVkBo5aZsNFAdGeznluOGtDC3QrNEPph3pP8P5JjYZqKUBB92KAeJtl1W6HvHUWro8w/s320/P4010013+copy.jpg
gambar ember



D             Plastik
Plastik ini berpungsi untuk menutupi batu bata yang sudah di cetak .. untuk menghindari gunyuran air hujan,.. batu bata yang baru aja di cetak bila terkena air hujan ini bisa merusak batu bata.. dan akan memperlambat keringnya batu bata.,
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjcgyvOxChVl2kHRX8mUuRS2gEANreg2raYMHNGAgO7ec8JyeWPUCv5B0BR5sv3Er5NwjdU0YOZxvsGiBSqBERKqUO1-ywhabXOQBFbVr3gWdl7wyIA0HnFb7ZyqOll6rKnRB8NhVMrfOWx/s320/P4010004+copy.jpg
gambar plastik buat tutup batu bata


E              Golok
Golok ini berpungsi untuk merapikan sisi –sisi batu bata.
Batu bata yang sudah setengah kering ini pada umumnya di angkat dari tempat penyetakan lalu di rapikan sisi - sisi batu bata agar terliat lebih rapi..
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh7twCPn19zfrbvGBmLVcK9GyH8C9hC2Tz1wOuHJ9DPWXsI1DBHEfElUm32WRoBBiSfmk89Xog1tXBPiTnGJ4jGLv8k673MUqbHxyehKqqKuIRdMftV7F_dCEaeTdwGSCWPdhugAhrOvZpa/s320/indexHIO+copy.jpg
gambar golok


Selanjutnya masuk ketahap pengeringan ke dua. Setelah batu bata Di rapikan masih ada tahap selanjutnya..
Di anyam tujuan utama di anyam agar batu bata ini terliat lebih rapi dan bisa mempercepat pengeringan batu bata dan tidak memakan banyak tempat,
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPUw43bE7PXdmYi8lIfJDiNSTW8dcySQ0ksIPNeyfcLxeZ3LVkrVmArQL-y01WbvLbVFNx9yAQL2XaKWr_Ia9DvBF79IUXhTGMuq6Gb08mcp4fDif2Vr1XXtXQqF_R4kDnssVVghULYGxg/s320/P4010006+copy.jpg
gambar anyaman batu bata




 F.       KAYU
kayu ini berfungsi untuk membakar batu bata,,, seberapa banyak kayu yang di butuhkan ini tidak bisa di tertukan, tergantung seberapa banyak batu bata yang akan di bakar....
kurang lebih untuk batu bata 10.000 biji , membutuhkan 3 truk kayu bakar,, kayu yang bakal buat batu bata sembarang kayu... apa oke... 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnJJH2u3Ajlz_uGbaF_3cNXKOkc_yyAjk_fWK91HB3Eb0iKVGH8HaW1f9op79sqKDo8mDgJwUEafv-uUUov46B_7HthsM7VMivhsgYOwvyRHf6lb17uV6tQ9MvU8CJQMMRVvrR_EI46T8v/s320/P4010010+copy.jpg
kayu bakar


Selanjutnya sekiranya sudah cukup banyak batu bata yang sudah kering
Masuk ketahap pembakaran batu bata
Sebelum batu bata di bakar lakukan penganyaman batu bata, hal seperti ini biasanya membutuhkan banyak tenaga kerja tujuan utama agar mempercepat penganyaman batu bata atau biasa disebut juga Pengejipan batu bata ,
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_z4TUmu2epdi65wanOci60pXtoxD2s0JsoVhW-4oK7dM67aVarefwYHKKrAb819r9jIECIk77yz_n_jXxU08lUS-RBSPLow3ZaqtiZeWObHC2HteIw3gHk5aD1BJprPk-kb_7eqNzDozM/s320/imagesVNHJJ.jpg
penganyaman

 penganyaman batu bata atau juga biasa di sebut pengejipan ini ada beberapa cara...
saya sendiri menggunakan dua cara penganyaman / pengejipan,,niatnya mau aku update potonya tapi kemaren bakar batu bata lupa ngga ngambil potonya sob... hehehe ea udah kapan aza ea sob

setelah batu bata kelar di anyam siap untuk melakukan pembakaran 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDOvBuCxzDtabP_xOQbsh5_44-M1Iyo3vc8Bmt50Y2fvsg5h8ChVXEW1_wtgWEvTEFrKjoj9GbTsXXdIONFpWmf9hesBmbznjA2ryEPI1uZjlwvWskWhceL-m3HxDhCkEwd0jVIjrwFQuQ/s320/defaultKH.jpg
contoh gambar

pembakaran ini memakan waktu kuarng lebih 12 jam... setelah rasanya sudah cukup tutup batu bata dengan derami jangan sampe ada yang terbuka agar batu bata ini matang dengan sempurna... silahkan cek tiga hari kemudian batu bata sudah dingin....

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgg9ORjh_6z52xqY7BmKwoZfI-SZwfGNqMAH7eEOZuxyeLzOp9Zv47OdUoYe1y-I9t00_Q1sShouTCGQOLCaiHly8534lFuDPqB60Yv9sKuCI8ykohFXbrTxGzBdA2-5bKcWsJ5qrz-nSK_/s320/imageskkkug.jpg
piniss

Setelah itu baru siap dipakai

Cara Dasar Pembuatan Sandal


Pada kesempatan ini buat CaraMania akan membahas tutorial dasar pembuatan sandal jepit dengan bahan dasar spon eva. Sebelum dimulai tutorial singkat pembuatan sandal ini, ada beberapa cara atau teknik dalam membuat sandal agar menghasilkan motif sandal yang bagus dan unik, seperti teknik sablon, press, garuk, cutting, seset, dll. Semakin sulit, rumit dan kreatif teknik yang digunakan, akan semakin baik pula motif serta model sandal yang akan dihasilkan.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnyIYVnAks5wHbMNFwrfCT_SmJMuuGFqNVcH_LG4F34H1yR7Byp1bspdzgEHRQcpmRRPDrAPSgWKrEChX7dW04pLku9vgIUpDmdLLcS7IP7N3cBd6ijm5uhTOuCxQhzGHirRwwrPWnmg/s1600/Sandal-lucu-blue-cars.jpg

Tutorial di bawah merupakan teknik standar dengan menggunakan 2 lapis spon, spon lapisan bawah (outsol) dengan ketebalan 13 milli dan spon lapisan atas dengan ketebalan 1 milli (corak warna). Namun bila anda ingin meringankan biaya produksi dengan tidak menggunakan lem, anda dapat menggunakan spon dengan ketebalan 14 milli sekaligus, dengan memakai teknik sablon sebagai pengganti motif pada permukaan atas sandal.

Ada beberapa bahan dasar serta mesin (peralatan) manual yang akan digunakan pada contoh tutorial video pembuatan sandal spon jepit eva di bawah, antara lain:

Bahan Dasar
Mesin/Peralatan Yang dibutuhkan
Spon Eva
Tali Jepit
Pisau Pon
Lem
Mesin Pelubang Spon
Matres Logo/Label
Putaran/Jepitan emboss
Cara Membuat Sandal Jepit Spon:
1.     Siapkan beberapa lembar (tergantung jumlah atau quantity yang ingin dibuat) spon eva untuk dicetak sesuai ukuran dan motif. Misalnya anda ingin membuat sandal jepit dengan ketebalan 14 mili, jadi anda harus menyiapkan 2 lembar spon dengan ketebalan yang berbeda:
- Spon dengan ketebalan 13 mili untuk badan sandal (pastikan spon bagian bawah berbahan lebih kuat dan makin tebal di bagian ujungnya atau biasa disebut outsol).
- Spon dengan ketebalan 1 mili untuk atas atau permukaan sandal (motif permukaan sandal bisa menggunakan spon corak warna ataupun dengan bahan pvc yang sudah di emboss dengan motif yang diinginkan).
2.     Setelah spon dengan ketebalan berbeda telah dicetak sesuai ukuran dan motif melalui mesin pon, kemudian satukan hasil potongan kedua spon tersebut dengan lem.
3.     Kemudian press spon yang telah dilem tadi dengan mesin press agar hasil rekat lem lebih maksimal.
4.     Haluskan outline atau bagian sisi sandal dengan bantuan mesin gerinda.
5.     Lubangi sandal dengan cara manual atau dengan mesin pelubang untuk tempat memasang tali jepit.
6.     Persiapkan tali jepit untuk dipasang pada sandal, anda bisa memberikan logo pada tali jepit secara manual seperti pada video tutorial di bawah.
7.     Pasang tali jepit dengan teknik tarik dengan kawat yang didesain sedemikian rupa pada tiang kayu (lihat pada tutorial video di bawah).
8.     Sandal siap dipasarkan.
Bottom of Form